Senin kemarin, PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa stok bahan bakar minyak menjelang Hari Raya Idul Fitri aman. Terutama untuk mencukupi kebutuhan jutaan pemudik.
Pertamina telah menyiapkan stok 10-18 persen, lebih banyak dari hari-hari biasa. "Semua dalam kondisi aman," kata Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan di Istana Negara, kemarin.
Meski demikian, alangkah baiknya bila pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi bisa menghemat bahan bakar. Bukan cuma menghemat anggaran mudik, tapi Anda juga bisa ikut berperan dalam menangani pemanasan global. Anda juga bisa berperan mengurangi penggunaan energi yang tidak bisa diperbarui itu. Bertikut tips menghemat bahan bakar saat mudik ala Pertamina yang dikutip VIVAnews, Selasa 24 Agustus 2010.
1. Rencanakan perjalanan Anda sehingga mengehemat waktu dan bahan bakar. Jika memungkinkan, hindari arus puncak lalu lintas. Bawalah peta jalur mudik yang memuat informasi tempat peristrirahatan, SPBU, bengkel, jalur utama, dan jalur alternatif.
2. Periksalah tekanan ban kendaraan sesuai dengan rekomendasi. Hal ini akan mengurangi komsumsi bahan bakar, akan memperpanjang umur kendaraan, dan menambah kemudahan handling kendaraan.
3. Periksa kondisi mesin mobil dan bila perlu lakukan servis ke bengkel sebelum melakukan perjalanan mudik.
4. Bawalah barang sesuai dengan kebutuhan. Semakin berat kendaraan, semakin banyak bahan bakar yang dikomsumsi.
5. Mengemudikan dengan halus serta konstan. Hal ini akan menghindari akselerasi yang tidak perlu serta pengereman berulang-ulang yang berakibat memboroskan bahan bakar. Jangan lupa untuk menjaga jarak dengan kendaraan didepan anda.
6. Mengemudilah pada kecepatan kendaraan yang disarankan agar pembakaran bahan bakar optimal.
Rabu, 25 Agustus 2010
Indonesia Tertinggal dari Tetangga
Indonesia berada di bawah negara-negara tetangga dalam survei "Negara-negara Terbaik di Dunia." Menurut survei majalah mingguan asal AS, Newsweek, Indonesia hanya berada di peringkat 73 dari 100 negara yang diteliti.
Selain itu, Indonesia berada di bawah sejumlah negara tetangga, seperti Singapura (20), Malaysia (37) Thailand (58), dan Filipina (63). Peringkat negara terbaik dalam survei ini dilakukan berdasarkan kondisi ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup. Dalam survei yang melibatkan 100 negara tersebut, Finlandia berada di peringkat pertama, diikuti oleh Swiss dan Swedia. Menurut laman Newsweek, survei itu melontarkan pertanyaan sederhana tetapi membutuhkan jawaban kompleks pada responden.
Pertanyaannya, bila Anda lahir hari ini, negara mana yang bisa memberikan peluang terbaik bagi Anda untuk hidup secara sehat, aman, sejahtera, dan bergerak bebas?
Untuk survei spesial ini, Newsweek memilih lima kategori kondisi nasional suatu negara, yakni pendidikan, kesehatan, kualitas hidup, persaingan ekonomi, dan lingkungan politik. Kemudian, Newsweek mengumpulkan matrik-matrik dalam kategori-kategori tersebut dari seratus negara.
Selain itu, Indonesia berada di bawah sejumlah negara tetangga, seperti Singapura (20), Malaysia (37) Thailand (58), dan Filipina (63). Peringkat negara terbaik dalam survei ini dilakukan berdasarkan kondisi ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup. Dalam survei yang melibatkan 100 negara tersebut, Finlandia berada di peringkat pertama, diikuti oleh Swiss dan Swedia. Menurut laman Newsweek, survei itu melontarkan pertanyaan sederhana tetapi membutuhkan jawaban kompleks pada responden.
Pertanyaannya, bila Anda lahir hari ini, negara mana yang bisa memberikan peluang terbaik bagi Anda untuk hidup secara sehat, aman, sejahtera, dan bergerak bebas?
Untuk survei spesial ini, Newsweek memilih lima kategori kondisi nasional suatu negara, yakni pendidikan, kesehatan, kualitas hidup, persaingan ekonomi, dan lingkungan politik. Kemudian, Newsweek mengumpulkan matrik-matrik dalam kategori-kategori tersebut dari seratus negara.
Bintang MU Ajak FIFA Keliling Old Trafford
Bintang lawas dan baru dari Manchester United menjadi duta Inggris untuk pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2018. Mereka jadi pemandu bagi tim inspeksi FIFA di Stadion Old Trafford.
Bintang lawas diwakili oleh Sir Bobby Charlton. Sedangkan bintang saat ini diwakili oleh Wayne Rooney dan Rio Ferdinand serta manajer Sir Alex Ferguson. Keempat bintang Setan Merah ini membimbing enam tim anggota FIFA untuk inspeksi kesiapan stadion Piala Dunia 2018.
Manchester sendiri jadi lokasi ketiga yang dikunjungi tim inspeksi ini. Sebelumnya mereka mengunjungi London dan bagian timur laut Inggris.
"Saya menikmati bertemu dengan tim inspeksi. Saya harap kami berhasil dan bisa membawa tim dan pemain terbaik di seluruh dunia beserta pendukungnya dalam salah satu festival terbesar di sepakbola," kata Ferdinand yang pernah menjadi kapten timnas Inggris seperti dilansir Goal, Kamis 26 Agustus 2010.
Inggris bersaing dengan enam negara lain untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2020. Lima di antara pesaing itu berasal dari Eropa, Belanda-Belgia serta Portugal-Spanyol yang ingin jadi tuan rumah bersama, dan Rusia. Satu negara lain adalah Amerika Serikat.
Melihat beratnya pesaing, Inggris tidak main-main mencalonkan diri. Dalam bidding tahun lalu, beberapa pemain timnasnya diturunkan sebagai juru kampanye. Termasuk Rooney.
"Saya komit pada kampanye (Piala Dunia 2018-2020) karena saya yakin kami akan jadi tuan rumah yang baik," ujar Rooney.
"Saya harap masih berada dalam kondisi terbaik di 2018 dan ingin sekali bermain di hadapan pendukung tuan rumah."
Selain Old Trafford, tim inspeksi ini juga mengunjungi Stadium of Light milik Sunderland, St. James' Park miliki Newcastle, dan City of Manchester Stadium yang dihuni Manchester City.
Bintang lawas diwakili oleh Sir Bobby Charlton. Sedangkan bintang saat ini diwakili oleh Wayne Rooney dan Rio Ferdinand serta manajer Sir Alex Ferguson. Keempat bintang Setan Merah ini membimbing enam tim anggota FIFA untuk inspeksi kesiapan stadion Piala Dunia 2018.
Manchester sendiri jadi lokasi ketiga yang dikunjungi tim inspeksi ini. Sebelumnya mereka mengunjungi London dan bagian timur laut Inggris.
"Saya menikmati bertemu dengan tim inspeksi. Saya harap kami berhasil dan bisa membawa tim dan pemain terbaik di seluruh dunia beserta pendukungnya dalam salah satu festival terbesar di sepakbola," kata Ferdinand yang pernah menjadi kapten timnas Inggris seperti dilansir Goal, Kamis 26 Agustus 2010.
Inggris bersaing dengan enam negara lain untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2020. Lima di antara pesaing itu berasal dari Eropa, Belanda-Belgia serta Portugal-Spanyol yang ingin jadi tuan rumah bersama, dan Rusia. Satu negara lain adalah Amerika Serikat.
Melihat beratnya pesaing, Inggris tidak main-main mencalonkan diri. Dalam bidding tahun lalu, beberapa pemain timnasnya diturunkan sebagai juru kampanye. Termasuk Rooney.
"Saya komit pada kampanye (Piala Dunia 2018-2020) karena saya yakin kami akan jadi tuan rumah yang baik," ujar Rooney.
"Saya harap masih berada dalam kondisi terbaik di 2018 dan ingin sekali bermain di hadapan pendukung tuan rumah."
Selain Old Trafford, tim inspeksi ini juga mengunjungi Stadium of Light milik Sunderland, St. James' Park miliki Newcastle, dan City of Manchester Stadium yang dihuni Manchester City.
Badai Matahari.
Setelah 10 tahun 'terlelap' dalam tidur panjangnya, Matahari bangun. Bangkitnya Sang Surya membuat para astronom bersiaga penuh.
Minggu ini, beberapa media Amerika Serikat (AS) memberitakan, Badan Antariksa AS, NASA memperingatkan 'tsunami Matahari' yang menciptakan fenomena aurora -- saat suar Matahari memukul perisai Bumi awal Agustus lalu, hanya permulaan.
Itu hanya awal dari badai Matahari masif yang berpotensi merusak jaringan listrik dan satelit di seluruh planet Bumi.
NASA telah menangkis semua pemberitaan itu dengan mengatakan, hal itu bisa terjadi 'dalam waktu 100 tahun atau hanya 100 hari'. Namun astronom Australia mengatakan, komunitas ilmuwan luar angkasa bertaruh badai Matahari bisa datang lebih cepat.
Meski mengeluarkan bantahan, NASA telah mengawasi aktivitas badai di Matahari sejak 2006. Dan berita yang beredar di AS menyebut badai matahari bisa terjadi di tahun bencana yang 'diramalkan' Hollywood -- 2012.
Kilas balik ke belakang, badai Matahari pada 1859 dan 1921 menyebabkan kekacauan, badai itu memutus jaringan telegram dalam skala yang masif. Dan, badai 2012 diduga lebih berefek negatif.
"Konsensus umum di kalangan para astronom, badai Matahari pada 2012 atau 2013 akan jadi yang terburuk dalam 100 tahun terakhir," kata dosen astronomi dan kolumnis, Dave Reneke, seperti dimuat laman News.com.au, 25 Agustus 2010.
Peringatan khususnya ditujukan untuk maskapai penerbangan, perusahaan telekomunikasi, dan siapapun yang tergantung pada sistem GPS modern.
"Bahkan bisa memutus rangkaian listrik dan 'memukul' satelit yang mengorbit, seperti yang terjadi tahun ini," tambah Reneke.
Namun, ilmuwan tak begitu peduli apakah badai Matahari berikutnya terburuk dalam sejarah, ataukah separah badai 1859.
Yang jadi sumber kegelisahan adalah fakta bahwa masyarakat kita sangat tergantung dengan teknologi. Meski tak ada yang bisa memprediksikan efek badai Matahari 2012-2013 dalam masyarakat digital.
Sementara itu, Dr Richard Fisher, Direktur Divisi Heliophysics NASA, mengatakan, pukulan badai super seperti 'sengatan' yang bisa menyebabkan bencana bagi kesehatan dunia, layanan darurat, bahkan keamanan nasional -- jika tak ada tindakan pencegahan yang diambil.
Dan Amerika jadi kampiun. Awal tahun ini AS menyelenggarakan latihan Boulder, Colorado, untuk memetakan apa yang mungkin terjadi jika bumi itu dipukul dengan badai seintens badai 1859 dan 1921.
NASA menyatakan, sesuai laporan National Academy of Sciences, jika badai yang sama dengan 1859 terjadi hari ini, kerugian diperkirakan sebesar $1 sampai $2 triliun. Perlu 10 tahun untuk pemulihan.
Saat badai Matahari menerjang, satelit diduga akan seperti berumur 50 tahun, GPS sama sekali tidak berguna. Dan ledakan badai Matahari diduga memiliki energi setara 100 bom hidrogen. Bom hidrogen memiliki kekuatan lebih besar lagi dari bom atom.
Sekadar diketahui, Maret 1954, AS telah mengujicoba bom hidrogen pertama bernama "Bravo" di Atol Bikini, Kepulauan Marshal, Samudera Pasifik. Bravo berkekuatan 10 megaton TNT atau kira-kira 700 kali energi bom atom Little Boy. Alhasil, jutaan ton pasir, batu karang, tumbuhan, dan fauna laut dalam radius 20 mil beterbangan membentuk cendawan raksasa membakar langit. Tiga Atol Bikini, yakni Bokonijien, Aerokojlol, dan Nam, tidak terlihat lagi di atas permukaan air.
"Kami tahu ini datang, tetapi kita tidak tahu seberapa buruk itu akan terjadi," kata Dr Fisher kepada Reneke dalam edisi terbaru Australasian Science.
"Sistem akan terhenti. Suar Matahari akan mengubah medan magnet di bumi. Itu cepat, seperti petir. Itu efek matahari.
Minggu ini, beberapa media Amerika Serikat (AS) memberitakan, Badan Antariksa AS, NASA memperingatkan 'tsunami Matahari' yang menciptakan fenomena aurora -- saat suar Matahari memukul perisai Bumi awal Agustus lalu, hanya permulaan.
Itu hanya awal dari badai Matahari masif yang berpotensi merusak jaringan listrik dan satelit di seluruh planet Bumi.
NASA telah menangkis semua pemberitaan itu dengan mengatakan, hal itu bisa terjadi 'dalam waktu 100 tahun atau hanya 100 hari'. Namun astronom Australia mengatakan, komunitas ilmuwan luar angkasa bertaruh badai Matahari bisa datang lebih cepat.
Meski mengeluarkan bantahan, NASA telah mengawasi aktivitas badai di Matahari sejak 2006. Dan berita yang beredar di AS menyebut badai matahari bisa terjadi di tahun bencana yang 'diramalkan' Hollywood -- 2012.
Kilas balik ke belakang, badai Matahari pada 1859 dan 1921 menyebabkan kekacauan, badai itu memutus jaringan telegram dalam skala yang masif. Dan, badai 2012 diduga lebih berefek negatif.
"Konsensus umum di kalangan para astronom, badai Matahari pada 2012 atau 2013 akan jadi yang terburuk dalam 100 tahun terakhir," kata dosen astronomi dan kolumnis, Dave Reneke, seperti dimuat laman News.com.au, 25 Agustus 2010.
Peringatan khususnya ditujukan untuk maskapai penerbangan, perusahaan telekomunikasi, dan siapapun yang tergantung pada sistem GPS modern.
"Bahkan bisa memutus rangkaian listrik dan 'memukul' satelit yang mengorbit, seperti yang terjadi tahun ini," tambah Reneke.
Namun, ilmuwan tak begitu peduli apakah badai Matahari berikutnya terburuk dalam sejarah, ataukah separah badai 1859.
Yang jadi sumber kegelisahan adalah fakta bahwa masyarakat kita sangat tergantung dengan teknologi. Meski tak ada yang bisa memprediksikan efek badai Matahari 2012-2013 dalam masyarakat digital.
Sementara itu, Dr Richard Fisher, Direktur Divisi Heliophysics NASA, mengatakan, pukulan badai super seperti 'sengatan' yang bisa menyebabkan bencana bagi kesehatan dunia, layanan darurat, bahkan keamanan nasional -- jika tak ada tindakan pencegahan yang diambil.
Dan Amerika jadi kampiun. Awal tahun ini AS menyelenggarakan latihan Boulder, Colorado, untuk memetakan apa yang mungkin terjadi jika bumi itu dipukul dengan badai seintens badai 1859 dan 1921.
NASA menyatakan, sesuai laporan National Academy of Sciences, jika badai yang sama dengan 1859 terjadi hari ini, kerugian diperkirakan sebesar $1 sampai $2 triliun. Perlu 10 tahun untuk pemulihan.
Saat badai Matahari menerjang, satelit diduga akan seperti berumur 50 tahun, GPS sama sekali tidak berguna. Dan ledakan badai Matahari diduga memiliki energi setara 100 bom hidrogen. Bom hidrogen memiliki kekuatan lebih besar lagi dari bom atom.
Sekadar diketahui, Maret 1954, AS telah mengujicoba bom hidrogen pertama bernama "Bravo" di Atol Bikini, Kepulauan Marshal, Samudera Pasifik. Bravo berkekuatan 10 megaton TNT atau kira-kira 700 kali energi bom atom Little Boy. Alhasil, jutaan ton pasir, batu karang, tumbuhan, dan fauna laut dalam radius 20 mil beterbangan membentuk cendawan raksasa membakar langit. Tiga Atol Bikini, yakni Bokonijien, Aerokojlol, dan Nam, tidak terlihat lagi di atas permukaan air.
"Kami tahu ini datang, tetapi kita tidak tahu seberapa buruk itu akan terjadi," kata Dr Fisher kepada Reneke dalam edisi terbaru Australasian Science.
"Sistem akan terhenti. Suar Matahari akan mengubah medan magnet di bumi. Itu cepat, seperti petir. Itu efek matahari.
Langganan:
Komentar (Atom)










